MJO Pengaruhi Perilaku Pembentukan Awan di Indonesia: Potensi Pengurangan Hujan Januari 2014

******************** Dokumentasi T. Djamaluddin ******************** ======================================================== _____ Berbagi ilmu untuk pencerahan dan inspirasi _____

T. Djamaluddin

LAPAN

Awan 22 Des 2013-sore

20140125_wib_b

(Bandingkan citra awan 22 Desember  2013 dan 25 Januari  2014 — dari pantauan LAPAN)

Setelah Desember 2013 dan pertengahan Januari 2014 kita mengalami musim hujan yang cukup membasahi dan membanjiri sebagian wilayah Indonesia, ada peluang akhir Januari 2014 hujan akan berkurang. Mengapa? Faktor yang paling berpengaruh dengan banyaknya hujan pada bulan Desember 2013 dan pertengahan Januari 2014 dan potensi pengurangan hujan pada akhir Januari 2014 adalah fenomena MJO (Madden Julian Oscillation).

MJO adalah fenomena periodik dinamika interaksi laut-atmosfer di wilayah tropis yang mempengaruhi aktivitas pembentukan awan dan parameter cuaca lainnya. Periodenya sekitar 30-60 hari. Fenomena MJO bergerak dari Barat ke arah Timur. Pada fase aktif MJO, ada fase peningkatan konveksi pembentukan awan dan fase pengurangan pembentukan awan. Pada diagram berikut ini terlihat bahwa selama Desember 2013 dan pertengahan Januari 2014 di wilayah Indonesia (bujur 100 E – 140 E) mengalami fase peningkatan pembentukan awan (warna biru) dan…

Lihat pos aslinya 147 kata lagi

Memahami Badai Tropis Dahsyat Haiyan

******************** Dokumentasi T. Djamaluddin ******************** ======================================================== _____ Berbagi ilmu untuk pencerahan dan inspirasi _____

T. Djamaluddin

Deputi Sains (Membawahi Pusat Sains Atmosfer), LAPAN

Haiyan_2013-11-07_0420Z

Citra badai super Haiyan (dari NASA).

Badai tropis dahsyat (super typhoon) Haiyan baru saja meluluhlantakkan Filipina pada dini hari 8 November 2013 dengan jumlah korban jiwa ribuan orang. Dengan embusan angin mencapai 315 km/jam (hampir 3 kali kecepatan mobil tercepat di jalan tol) disertai hujan deras, bisa kita fahami dampaknya mirip tsunami. Bagaimana bisa terjadi? Hangatnya lautan Pasifik di Timur Laut Papua disertai dinamika atmosfer di sekitarnya menjadi bibit pertumbuhan badai tropis ini. Mari kita fahami mekanismenya.

Mekanisme terjadinya badai tropis sudah saya jelaskan di blog saya ini. Secara umum badai tropis terjadi karena terbentuknya daerah tekanan rendah yang dipicu permukaan air laut yang hangat. Selanjutnya, daerah tekanan rendah itu berkembang menjadi badai tropis yang makin kuat kemudian meluruh lagi, bergantung pada dinamika atmosfer di wilayah tersebut.

Bibit badai tropis Haiyan terbentuk pada 2 November di lautan Pasifik…

Lihat pos aslinya 199 kata lagi

Catatan Visual Komet ISON 2013

******************** Dokumentasi T. Djamaluddin ******************** ======================================================== _____ Berbagi ilmu untuk pencerahan dan inspirasi _____

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-astrofisika, LAPAN

comet-ison-damian-peach

Komet ISON 25 November 2013

(Referensi: http://www.nasa.gov, http://www.space.com, earthsky.org, http://www.solarham.net)

Komet ISON adalah komet yang baru keluar dari “sarang komet” yang disebut Awan Oort di tepian tata surya. Komet adalah bongkahan sisa pembentukan tata surya. Materialnya hanya terdiri dari es air dan debu. Diperkirakan komet ini telah menempuh perjalanan sejuta tahun sebelum mendekati matahari. Pada 28 November 2013 pukul 18:44 UT (29 November 2013 pukul 01:44 WIB) komet ISON  mencapai titik terdekat dengan matahari dengan jarak hanya sekitar 1,1 juta km. Ini tergolong jarak terdekat komet dengan matahari yang memungkinkan komet hancur oleh panasnya matahari dan kuatnya angin matahari atau semburan matahari pada saat matahari aktif. Komet ditandai oleh kepala komet yang terang dan ekor komet yang menjulur menjauhi matahari. Komet ISON kali ini dimati dengan teleskop di bumi dan di wahana antariksa. Berikut ini rekaman visual komet ISON menjelang, pada saat, dan sesudah…

Lihat pos aslinya 194 kata lagi

WorldWide Telescope 2.2

Dunia Komputer

WorldWide Telescope adalah perangkat lunak gratis dari Microsoft yang memungkinkan pengguna menjelajahi alam semesta dengan konten yang mengesankan dari Teleskop luar angkasa Hubble, NASA’s Spitzer Space Telescope, Chandra X-Ray Observatory Center, dan lainnya teleskop darat dan ruang berbasis terkenal. Colorful nebula, galaksi jauh, lubang hitam, dan radiasi awan semua dapat diakses dari desktop Anda dengan beberapa klik.

Antarmuka WorldWide Telescope utama meliputi tujuh tab untuk navigasi: Jelajahi, Panduan Tours, Pencarian, Komunitas, Teleskop, View, dan Pengaturan. Beberapa tab, seperti Explore dan Search, termasuk submenu dilipat dengan pilihan lebih lanjut di bagian bawah interface. Sebagian besar layar dikhususkan untuk menampilkan gambar rinci benda-benda di seluruh alam semesta.

Anda dapat memindahkan seluruh langit dengan mengklik tombol kiri mouse dan menyeret layar. Ada beberapa perintah mouse dan keyboard untuk memutar, memiringkan tampilan, zooming masuk dan keluar. Klik kanan pada obyek manapun untuk belajar lebih banyak tentang beberapa hal. Anda dapat menyimpan tempat-tempat favorit Anda…

Lihat pos aslinya 77 kata lagi

Bulan Sabit Siang Hari Bukan Hilal Penentu Awal Bulan

******************** Dokumentasi T. Djamaluddin ******************** ======================================================== _____ Berbagi ilmu untuk pencerahan dan inspirasi _____

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi Astrofisika, LAPAN

Anggota Badan Hisab Rukyat, Kementerian Agama RI

Teleskop Legault

Thierry Legault, pemburu bulan sabit muda pada siang hari

Teleskop Elsasser

Elsasser pemburu bulan sabit muda siang hari.

Masalah penentuan awal bulan qamariyah Hijriyah, khususnya Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, tidak terlepas dari upaya pengamatan (rukyat) hilal sesuai dengan contoh Rasul. Rukyat selalu dilaksanakan sesudah maghrib. Hilal adalah bulan sabit pertama yang teramati sesudah maghrib. Namun, pengamatan hilal yang muda sangat sulit, karena hilal yang sangat tipis itu sering kali terganggu oleh cahaya senja (syafak) akibat hamburan cahaya matahari oleh atmosfer. Mengapa hilal yang dijadikan penentu awal bulan, walau pun itu sulit diamati? Logika astronomis bisa menjelaskannya. Hilal adalah penanda yang mudah dikenali bahwa malam itu mulainya bulan baru. Malam-malam sebelumnya ditandai dengan bulan sabit tua yang tampak pagi hari, lalu dilanjutnya malam tanpa bulan (darkmoon atau bulan mati), baru kemudian malam dengan hilal. Isyarat di dalam Al-Quran…

Lihat pos aslinya 847 kata lagi

******************** Dokumentasi T. Djamaluddin ******************** ======================================================== _____ Berbagi ilmu untuk pencerahan dan inspirasi _____

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi Astrofisika, LAPAN

Anggota Badan Hisab Rukyat, Kemenag RI

Gerhana Penumbra 28 Nov 2012

Tuntutan Majelis Tarjih Muhammadiyah untuk melaksanakan shalat gerhana bulan penumbra 28 November 2012 lalu (http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-2041-detail-tuntunan-majelis-tarjih-terkait-gerhana-bulan.html) saya anggap tidak ada dalil syar’i yang melandasinya. Hal ini menjadi bahan diskusi di milis Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com.

Perlu diketahui terlebih dahulu beberapa definisi berikut ini: Gerhana bulan penumbra adalah ketika bulan purnama tertutup oleh bayangan sekunder bumi, sehingga purnama hanya sedikit meredup. Orang awam tidak bisa mengenali gerhana bulan penumbra ini, karena cahaya purnama tidak jelas tergelapi (lihat foto di atas). Gerhana bulan umbra adalah gerhana bulan yang biasa kita lihat, ketika bulan tergelapi oleh bayangan primer bumi. Pada saat gerhana bulan umbra, purnama akan tampak gelap sebagian atau seluruhnya. Gerhana matahari terjadi ketika bulan menghalangi matahari, baik sebagian maupun secara total. Namun tidak seluruh wilayah di bumi bisa melihatnya, hanya wilayah tertentu yang bisa melihat gerhana matahari.

Dengan merujuk pada…

Lihat pos aslinya 606 kata lagi

******************** Dokumentasi T. Djamaluddin ******************** ======================================================== _____ Berbagi ilmu untuk pencerahan dan inspirasi _____

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi-Astrofisika, LAPAN

Anggota Badan Hisab Rukyat

Kriteria Imkan Rukyat (IR) bukanlah metode rukyat (pengamatan), tetapi metode hisab yang  mempertimbangkan parameter rukyat. Jadi, tak perlu perlu ke lokasi pengamatan, cukup di depan komputer. Hisab imkan rukyat (kemungkinan rukyat) atau visibilitas hilal (Crescent Visibility) sangat mudah. Ya, hanya beberapa klik saja kita peroleh hasilnya yang akurat. Berikut ini saya ajarkan cara praktis dengan memanfaatkan perangkat lunak AccurateTime yang bisa didownload di internet (http://www.icoproject.org/accut.html?&l=en ). Saya pandu langkah demi langkah.

Setelah download, jalankan Accurate Time, maka akan tampil layar seperti ini:

Langkah awal, kita kaji garis tanggal global dulu yang memberikan gambaran umum kemunginan ketampakan hilal di seluruh dunia. Itulah yang disebut Imkan Rukyat atau Crescent Visibility (visibilitas hilal). Klik “Crescent Visibility”, maka akan muncul:

Klik “Hijric Date”, lalu masukkan bulan dan tahun Hijriyahnya. Lalu klik “Preview” di tengah dan dilanjutkan “Crescent Visibility Map” di bawah. Akan muncul…

Lihat pos aslinya 565 kata lagi