Visualisasi Gerhana Bulan Total 10 Desember 2011

Gerhana Bulan pada tanggal 10 Desember 2011 terjadi mulai jam 19.46 WIB s.d 23.58

untuk visualisasinya dapat anda klik pada link berikut :

Semoga bermanfaat

HISAB AWAL BULAN MUHARRAM 1433 H

PERHITUNGAN AWAL BULAN QOMARIYAH SISTEM EPHEMERIS

TANGGAL : 29 DZULHIJJAH 1432 H. / 25 NOPEMBER 2011 M.

(Dipersiapkan Untuk Pelaksanaan Ru’yatul Hilal dengan kriteria Imkanur Rukyat 2 Derajat)

NO NAMA-NAMA ISTILAH DATA MATAHARI DAN BULAN
01 Markaz ( Lokasi Ru’yah ) : TANJUNG KODOK LAMONGAN
a. Lintang Tempat (φ) : -06° 51′ 50.22” LS
b. Bujur Tempat (λ) : 112° 21′ 27.80” BT
c. Ketinggian Tempat : 10 Meter
d. Dip (D’) : 00° 05′ 33.94”
02 Ijtima’ ( Konjungsi ) Bulan: : Dzulhijjah 1432 H. Terjadi Pada :
a. Jam : 13 : 18 : 58.71 WIB
b. Hari : Jum’at Paing
c. Tanggal : 25 Nopember 2011 M.
03 Tinggi Matahari Saat Ghurub ( ho ) : -00° 56′ 16.03”
04 Deklinasi Matahari ( δo ) : -19° 16′ 47.00”
05 Sudut Waktu Matahari ( to ) : 93° 24′ 54.72”
06 Saat Matahari Terbenam (Ghurub / Sunset ) : 17 : 31 : 05.79 WIB
07 Asensiorekta Matahari (ARo ) : 240° 44′ 27.41”
08 Asensiorekta Bulan (ARc ) : 242° 41′ 56.62”
09 Sudut Waktu Bulan ( tc ) : 91° 27′ 25.50”
10 Deklinasi Bulan ( δc ) : -21° 02′ 29.45”
11 Irtifa’ (Tinggi) Hilal Haqiqi ( hc ) : 01° 06′ 30.99”
12 Irtifa’ (Tinggi) Hilal Mar’i ( h’c ) : 00° 51′ 31.36”
13 Mukuts (Lama Hilal di atas Ufuq / Horizon) : 00 : 03 : 26.09
14 Saat Ghurub Hilal ( Moonset ) : 17 : 34 : 31.88 WIB
15 Azimut Matahari (Azo ) : 250° 27′ 11.05” Dari Titik Utara Searah Jarum Jam
16 Azimut Bulan ( Azc ) : 248° 56′ 17.56” Dari Titik Utara Searah Jarum Jam
17 Jarak  Matahari – Hilal : 01° 30′ 53.49”
18 Posisi Hilal dari Ufuq : Hilal di atas Ufuq
19 Posisi Hilal dari Matahari : Hilal Di Selatan Matahari
20 Keadaan Hilal : Hilal Miring ke Selatan
21 Lebar Nurul Hilal : 0.05%
22 Awal Bulan : Muharram 1433 H. Jatuh Pada :
a. Hari : Ahad Wage
23 b. TanggalAl- Hasib : 27 Nopember  2011M. Khoirul Anam

IKHBAR IDUL ADHA 1432 H

PIMPINAN CABANG

LAJNAH FALAKIYAH NAHDLATUL ULAMA

LAMONGAN

Jl. Kyai Amin Nomor 09 Telp. 0322- 322923 Fax. 0322-317465 Lamongan

Web: https://lajnahfalakiyahlamongan.wordpress.com     E-mail: lajnahfalakiyahlamongan@yahoo.com

 

 

I K H B A R

Nomor: 05 /LFNU/A.II/X/2011

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sehubungan dengan pelaksanaan Ru’yatul Hilal Bil Fi’ly akhir bulan Dzulqo’dah 1432 H perlu kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Bahwa tanggal 1 Dzulhijjah 1432 H jatuh pada hari Jum’at Wage 28 Oktober 2011 M
  2. Bahwa Hari Raya Idul Adha 1432 H jatuh pada hari Ahad Pon 06 Nopember 2011 M
  3. Ketetapan tersebut didasarkan pada Ikhbar dari Lajnah Falakiyah PBNU atas dasar hilal yang terlihat di Bukit Condrodipo Gresik dan Pondok Pesantren Al-Hidayah Basmall Kembangan Jakarta (http://www.nu.or.id)
  4. Agar Ikhbar ini disebarluaskan kepada masyarakat Muslim, utamanya warga Nahdliyin di wilayah Kabupaten Lamongan

Demikian untuk menjadikan maklum.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ketua,                                                           Sekretaris,

M. KHOIRUL ANAM, M.Ag                            SUGENG RAHARJO, S.Si

Mengetahui,

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Lamongan

 Wakil Ketua

H. MOCH.  MAFTUCH, SH

Data perhitungan Awal Bulan Syawal 1432 H

Data perhitungan Awal bulan Syawal 1432 H menurut perhitungan Ephemeris :

No. ELEMEN FALAKIYAH : DATA MATAHARI DAN BULAN
1 Kota / Tempat Rukyah Hilal : TANJUNG KODOK
a. Lintang Tempat : -06° 51′ 0,050″
b. Bujur Tempat : 112° 21′ 0,028″
c. Ketinggian Tempat : 0 Meter
2 Waktu Ijtimak : 29 Agustus 2011, 10:04:18  WIB
3 Tinggi Matahari saat terbenam (ho) : -00° 50′ 00,20″
4 Deklinasi Matahari (do) : 09° 24′ 00,03″
5 Sudut waktu Matahari (t o) : 89° 42′ 00,53″
6 Saat Matahari terbenam (Gho) : 17j 30m 00,28s  WIB
7 Ascensiorekta Matahari (ARo) : 157° 32′ 00,49″
8 Ascensiorekta Bulan (ARc) : 159° 43′ 00,49″
9 Sudut waktu Bulan (tc) : 87° 31′ 00,52″
10 Deklinasi Bulan (dc) : 03° 12′ 00,59″
11 Tinggi Hilal Hakiki (hc) : 02° 03′ 00,46″
12 Tinggi Hilal Mar’i (h’c) : 01° 36′ 00,27″
13 Lama hilal di atas ufuq (Mukuts) : 00j 06m 00,26s
14 Waktu Bulan Terbenam : 17j 36m 00,54s  WIB
15 Azimut Matahari (Ao) : 80° 37′ 00,55″
16 Azimut Bulan (Ac) : 86° 30′ 00,34″
17 Jarak Posisi Matahari dan bulan : 05° 52′ 00,39″ di selatan Matahari
18 Keadaan Hilal (Bulan) : Hilal di atas Ufuk
19 Arah Rukyah Hilal : 03° 29′ 00,26″ dari titik Barat
20 Awal Bulan Syawal 1432 H : Rabu Legi, 31 Agustus 2011
21 Posisi / Keadaan Hilal :  Miring ke selatan
22 Benang Azimut Hilal : 0,01 m, dari benang 10 m.
23 Dihisab oleh :  MUZAKKIN

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1432 H (Download Gratis)

مرحبا يا سيد الشهور   مرحبا يا رمضان

Bulan Ramadhan 1432 H sebentar lagi segera tiba. Sebagai salah satu lembaga yang berkhidmah kepada umat, maka Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama’ Lamongan menerbitkan Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H

Bagi Anda yang membutuhkan Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H untuk wilayah Lamongan dan sekitarnya secara gratis, silahkan download dengan cara klik  link dibawah ini:

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H

By: M. Khoirul Anam

RUKYAT KHUSYUF AL-QOMAR : OBSERVASI GERHANA BULAN TOTAL 16 JUNI 2011 (Foto Detik-Detik Gerhana)

Tepat pukul 21.00 WIB Tim dari Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Cabang Lamongan berkumpul di PP Nurul Huda Sumberwudi Karanggeneng Lamongan tepatnya di rumah Sekretaris LFNU Cabang Lamongan Sugeng Rahardjo,S.Si. Secara non-formal tim LFNU Cabang Lamongan berdiskusi seputar persiapan Rukyat Khusyuf al-Qomar yang akan dilaksanakan oleh LFNU Cabang Lamongan di PP Matholi’ul Anwar Simo Karanggeneng Lamongan bersama dengan AKKMA (Akademi Klub Astronomi Mawar, sebuaH kelompok pecinta astronomi dari siswa-siswi tingkat SLTA)

Tepat pukul 13.00 WIB, setelah lebih kurang 2 jam berdiskusi sambil “nyeruput” kopi panas Tim LFNU Cabang Lamongan berangkat ke lokasi Rukyat; tepatnya di halaman depan MA Matholi’ul Anwar Simo Karanggeneng. Di sana sudah berkumpul puluhan anggota AKKMA yang sedang menunggu detik-detik Gerhana Bulan dengan perlengkapan yang sudah hampir memadai -adaSound System, beberapa Laptop, LCD projector, Kamera digital, Handycam, dan tentu saja teropong/teleskop .

Persiapan segala sesuatu sudah dilengkapi, tepat pukul 01.00 WIB dini hari acara seremonial dimulai. Pembukaan, dilanjutkan dengan penjelasan sekelumit tentang gerhana bulan dan prosesi rukyat gerhana bulan yang dipimpin langsung oleh Ketua LFNU Cabang Lamongan M.KHOIRUL ANAM. Bla…bla….penjelasan dan proses rukyat berjalan dengan lancar. Bagitu gerhana bulan total dimulai tepat bpukul 02.24 WIB semua peserta melaksanakan prosesi sholat Khusyufil Qomar (mungkin di antara sekian banyak peserta, 80 % baru kali ini melaksanakan sholat gerhana) dengan imam Wakil Ketua LFNU Cabang Lamongan K. SUUDIL AZKA dan khutbah gerhana oleh salah satu pengasuh PP Matholi’ul Anwar Simo Karanggeneng Lamongan Ust. Drs. H. KHOTIB, MA.

Tepat Pukul 03.30 Dini hari rukyat gerhana diakhiri.

Berikut visualisasi foto wajah gerhana bulan pada tanggal 16 Juni 2011 yang diambil dari Stellarium. Foto-foto dan video real Gerhana Bulan total 16 Juni 2011 akan kami upload pada tulisan berikut!

Wajah Bulan Pukul 01.35 WIB

Wajah Bulan Pukul 02.00 WIB

 

Wajah Bulan Pukul 02.20 WIB

Wajah Bulan Pukul 02.24 WIB

Wajah Bulan Pukul 04.10 WIB

Wajah Bulan Pukul 04.20 WIB

Wajah Bulan Pukul 04.30 WIB

Wajah Bulan Pukul 04.50 WIB

By: M.KHOIRUL ANAM

MACAM-MACAM GERHANA BULAN

Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Itu terjadi bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama, sehingga sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.

 

Dengan penjelasan lain, gerhana bulan muncul bila bulan sedang beroposisi dengan matahari. Tetapi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap oposisi bulan dengan matahari akan mengakibatkan terjadinya gerhana bulan. Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka seharusnya, jika terjadi gerhana bulan, akan diikuti dengan gerhana matahari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari dengan bumi.

Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.

Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.

Ada dua macam bayangan yang dihasilkan: umbra (bayangan inti) dan penumbra (bayangan tambahan). Jika kita berada dalam umbra sebuah benda (misalnya umbra Bulan), maka sumber cahaya (dalam hal ini Matahari) akan tertutup keseluruhannya oleh benda tersebut. Sedangkan jika kita berada dalam penumbra, sebagian sumber cahaya masih akan terlihat. Namun demikian, saat gerhana bulan total, meski Bulan berada dalam umbra Bumi, Bulan tidak sepenuhnya gelap total karena sebagian cahaya masih bisa sampai ke permukaan Bulan oleh efek refraksi atmosfer bumi.

 

Macam-macam Gerhana Bulan
Berdasarkan keadaan saat fase puncak gerhana, gerhana bulan dapat dibedakan menjadi:

1. Gerhana Bulan Total
Jika saat fase gerhana maksimum gerhana, keseluruhan Bulan masuk ke dalam bayangan inti / umbra Bumi, maka gerhana tersebut dinamakan gerhana bulan total. Gerhana bulan total ini maksimum durasinya bisa mencapai lebih dari 1 jam 47 menit.

2. Gerhana Bulan Sebagian
Jika hanya sebagian Bulan saja yang masuk ke daerah umbra Bumi, dan sebagian lagi berada dalam bayangan tambahan / penumbra Bumi pada saat fase maksimumnya, maka gerhana tersebut dinamakan gerhana bulan sebagian.

3. Gerhana Bulan Penumbral Total
Pada gerhana bulan jenis ke- 3 ini, seluruh Bulan masuk ke dalam penumbra pada saat fase maksimumnya. Tetapi tidak ada bagian Bulan yang masuk ke umbra atau tidak tertutupi oleh penumbra. Pada kasus seperti ini, gerhana bulannya kita namakan gerhana bulan penumbral total.

4. Gerhana Bulan Penumbral Sebagian
Dan gerhana bulan jenis terakhir ini, jika hanya sebagian saja dari Bulan yang memasuki penumbra, maka gerhana bulan tersebut dinamakan gerhana bulan penumbral sebagian.

Gerhana bulan penumbral biasanya tidak terlalu menarik bagi pengamat. Karena pada gerhana bulan jenis ini, penampakan gerhana hampir-hampir tidak bisa dibedakan dengan saat bulan purnama biasa.

Waktu-waktu Kontak dan Fase-fase Gerhana Bulan
Momen terjadinya gerhana Bulan diurut berdasarkan urutan terjadinya:

1. P1
P1 adalah kontak I penumbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan luar dengan penumbra Bumi. P1 menandai dimulainya gerhana bulan secara keseluruhan.

2. P2
P2 adalah kontak II penumbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan dalam dengan penumbra Bumi. Saat P2 terjadi, seluruh piringan Bulan berada di dalam piringan penumbra Bumi.

3. U1
U1 adalah kontak I umbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan luar dengan umbra Bumi.

4. U2
U2 adalah kontak II umbra, yaitu saat piringan Bulan bersinggungan dalam dengan umbra Bumi. U2 ini menandai dimulainya fase total dari gerhana bulan.

5. Puncak Gerhana
Puncak gerhana adalah saat jarak pusat piringan Bulan dengan pusat umbra/penumbra mencapai minimum.

6. U3
U3 adalah kontak III umbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan dalam dengan umbra Bumi, ketika piringan Bulan tepat mulai akan meninggalkan umbra Bumi. U3 ini menandai berakhirnya fase total dari gerhana bulan.

7. U4
U4 adalah kontak IV umbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan luar dengan umbra Bumi.

8. P3
P3 adalah kontak III penumbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan dalam dengan penumbra Bumi. P3 adalah kebalikan dari P2.

9. P4
P4 adalah kontak IV penumbra, yaitu saat piringan Bulan kembali bersinggungan luar dengan penumbra Bumi. P4 adalah kebalikan dari P1, dan menandai berakhirnya peristiwa gerhana bulan secara keseluruhan.

Berdasarkan waktu-waktu kontak ini, peristiwa gerhana bulan melalui fase-fase:
a. fase gerhana penumbral: selang antara P1-U1, dan antara U4-P4
b. fase gerhana umbral: selang antara U1-U4
c. fase total: selang antara U2-U3

Tidak keseluruhan kontak dan fase akan terjadi saat gerhana bulan. Jenis gerhana bulan menentukan kontak-kontak dan fase gerhana mana saja yang akan terjadi. Misalnya saat gerhana bulan total, keseluruhan kontak dan fase akan dilalui. Untuk gerhana bulan sebagian, karena tidak keseluruhan Bulan masuk dalam umbra Bumi, maka U2 dan U3 tidak akan terjadi, sehingga fase total tidak akan diamati. Untuk gerhana penumbral total, karena Bulan tidak menyentuh umbra Bumi, maka U1, U2, U3, dan U4 tidak akan terjadi, karena itu fase gerhana umbral tidak akan diamati. Sedangkan pada gerhana penumbral sebagian, hanya P1 dan P4 saja yang akan terjadi.

Berbeda dengan gerhana matahari, pada gerhana bulan, waktu-waktu kontak dan saat terjadinya suatu fase gerhana, tidak dipengaruhi oleh lokasi pengamat. Semua pengamat yang berada di belahan Bumi yang mengalami gerhana akan mengamati waktu-waktu kontak (umbra dan penumbra) pada saat yang bersamaan.

Berikut video-video animasi dan visualisasi gerhana bulan yang dipublikasi oleh NASA:

 

Sumber:

Wikipedia

Nasa

By: M.KHOIRUL ANAM