JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1432 H (Download Gratis)

مرحبا يا سيد الشهور   مرحبا يا رمضان

Bulan Ramadhan 1432 H sebentar lagi segera tiba. Sebagai salah satu lembaga yang berkhidmah kepada umat, maka Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama’ Lamongan menerbitkan Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H

Bagi Anda yang membutuhkan Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H untuk wilayah Lamongan dan sekitarnya secara gratis, silahkan download dengan cara klik  link dibawah ini:

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H

By: M. Khoirul Anam

Iklan

SOFTWARE JADWAL SHOLAT & IMSAKIYAH ABADI (SEPANJANG MASA)

Software yang satu ini sebenarnya sudah sangat populer; nama software ini adalah Win Hisab Ver.2.

Software ini berisi konten-konten jadwal waktu sholat dan imsakiyah abadi di seluruh pelosok dunia ini. Anda tinggal mensetting posisi lintang dan bujur anda. dan bim salabim, waktu sholat dan imsakiyah akan muncul.

Software ini sangat penting terutama bagi anda seorang muslim yang menginginkan sholat tepat pada waktunya.

Jika anda menginginkan Software klik di sini

Untuk mensetting bujur dan lintang tempat pada software ini tentu anda memerlukan data bujur dan lintang tempat, dan bagaimana cara mensettingnya? Tunggu posting selanjutnya. Anda tinggal mendowload datanya dan caranya.

Agar software ini bisa digunakan di seluruh wilayah Indonesia, bahkan dunia, maka berikut ini saya tambahkan DATA LINTANG BUJUR WILAYAH INDONESIA DAN DUNIA.

Untuk download Lintang bujur klik disini

Visualisasi Awal Bulan

Oleh: Sugeng Rahardjo

Awal bulan Qomariyah memang banyak menjadikan suatu bahasan yang gak ada selesainya. Awalnya Rasulullah pada hanya memerintahkan kepada Sahabat untuk melihat hilal. Kalau kita lihat ternyata pada saat itu belum ada yang namanya ilmu Hisab ataupun ilmu falak, namun lebih banyak peran Rasullullah yang memang telah mendapatkan Wahyu dan perintah dari Allah melalui Malaikat Jibril untuk melihat hilal.

Hal inilah yang menjadikan satu perintah pada Umat islam untuk berpuasa, maupun tidak berpuasa sebagaimana di uraikan dalam hadits

‏حَدَّثَنَا ‏ ‏آدَمُ ‏ ‏حَدَّثَنَا ‏ ‏شُعْبَةُ ‏ ‏حَدَّثَنَا ‏ ‏مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ ‏ ‏قَالَ سَمِعْتُ ‏ ‏أَبَا هُرَيْرَةَ ‏ ‏رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ‏ ‏يَقُولُ ‏
‏قَالَ النَّبِيُّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏أَوْ قَالَ قَالَ ‏ ‏أَبُو الْقَاسِمِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ ‏ ‏غُبِّيَ ‏ ‏عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa umat islam diperintah berpuasa esok hari (akhir bulan Sya’ban)  apabila telah melihat hilal, dan diperintah tidak berpuasa esok hari (Akhir bulan Romadlan) apabila telah melihat hilal, namun apabila dalam penglihatan kita terhalang oleh mendung, maka kita diperintahkan menyempurnakan bulan tersebut menjadi 30 hari. sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut :

‏حَدَّثَنَا ‏ ‏عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ ‏ ‏حَدَّثَنَا ‏ ‏مَالِكٌ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ ‏ ‏رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ‏
‏أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏قَالَ ‏ ‏الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ لَيْلَةً فَلَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ ‏ ‏غُمَّ ‏ ‏عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ

Satu bulan itu 29 hari, namun apabila kita tidak dapat melihat hilal maka diperintahkan menyempurnakan menjadi 30 hari.

Pertanyaanya sekarang Apakah hilal itu………….?

Hilal adalah penampakan bulan dengan mata telanjang yang paling awal terlihat menghadap bumi setelah bulan mengalami konjungsi.

Hilal merupakan kriteria hisab suatu awal bulan. Setiap awal bulan selalu ditandai dengan munculnya hilal.

dari bentuk hilal tersebut merupakan bentuk bulan pada saat bulan baru sebagai tanda permulaan awal bulan Qomariyah di mulai.

Dengan perkembangan teknologi dan kemampuan manusia dan juga melihat  keterangan dari Al Qur’an surat Yunus (10) ayat 5 :

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاء وَالْقَمَرَ نُوراً وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُواْ عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللّهُ ذَلِكَ إِلاَّ بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

dikatakan bahwa Tuhan memang sengaja menjadikan matahari dan bulan sebagai alat menghitung tahun dan perhitungan lainnya. Juga dalam Surat Ar-Rahman (55) ayat 5 :

الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ

disebutkan bahwa matahari dan bulan beredar menurut perhitungan.

Karena ibadah-ibadah dalam Islam terkait langsung dengan posisi benda-benda langit (khususnya matahari dan bulan) maka sejak awal peradaban Islam menaruh perhatian besar terhadap astronomi. Astronom muslim ternama yang telah mengembangkan metode hisab modern adalah Al Biruni (9731048 M), Ibnu Tariq, Al Khawarizmi, Al Batani, dan Habash.

Sampai saat ini sudah banyak metode hisab yang digunakan untuk membantu aktualisasi hadits Nabi Muhammad SAW tersebut.

Pertanyaan kedua: Apakah dengan hisab dapat menggantikan Ru’yah (dalam konteks hadits tersebut)?

mari kita tinjau dulu ma’na dari hisab dan ru’yah:

Hisab adalah Secara harfiah, hisab bermakna perhitungan. Dalam dunia Islam istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi. Posisi matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu salat. Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender Hijriyah.

Sedangkan Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang pertama kali tampak setelah terjadinya ijtimak. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik seperti teleskop.

Aktivitas rukyat dilakukan pada saat menjelang terbenamnya matahari pertama kali setelah ijtimak (pada waktu ini, posisi Bulan berada di ufuk barat, dan Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari). Apabila hilal terlihat, maka pada petang (Maghrib) waktu setempat telah memasuki tanggal 1.

Namun demikian, tidak selamanya hilal dapat terlihat. Jika selang waktu antara ijtimak dengan terbenamnya matahari terlalu pendek, maka secara ilmiah/teori hilal mustahil terlihat, karena iluminasi cahaya Bulan masih terlalu suram dibandingkan dengan “cahaya langit” sekitarnya. Kriteria Danjon (1932, 1936) menyebutkan bahwa hilal dapat terlihat tanpa alat bantu jika minimal jarak sudut (arc of light) antara Bulan-Matahari sebesar 8 derajat.

dari kedua definisi tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa dari Hadits Nabi tersebut perintah Nabi :

1. Ru’yah artinya kita diperintahkan untuk memastikan tampak tidaknya hilal secara visual dengan mata sebagai alat dasar yang tidak boleh ditinggalkan. kalaupun sekarang sudah ada alat bantu yang canggih sekalipun pasti tidak akan meninggalkan yang namanya mata tersebut.

2. Hisab merupakan petunjuk yang dapat membantu kita menetukan arah dan waktu yang tepat untuk melihat hilal. dalam konteks hadits tersebut Rasulullah sudah mendapatkan wahyu dari Allah untuk ru’yah. dan sekarang ini kita tidak mendapatkannya dari Allah, melainkan dikembangkan melalui metode perhitungan untuk memperkirakannya.

wal hasil Hisab merupakan salah satu alat bantu manusia sebagai kholifah untuk dapat melaksanakan perintah Nabi yaitu Ru’yatul Hilal sebagai penetapan pelaksanaan ibadah kita kepada Allah. (wallahu a’lam)

Sekarang sebagai visualisasinya anda dapat menggunakan software gratis yang bernama Stellarium ini. Di mana software ini dapat digunakan untuk melihat gerakan bulan dan juga penampakannya pada setiap saat. Untuk mendapatkan software  ini Anda cukup klik disini

Bertamasya di Angkasa dengan Google Earth (Download Gratis)

Bagi sebagian orang mungkin bertamasya adalah hal biasa. Tapi, ini adalah tamasya istimewa; sebab tamasya ini di atas angkasa dan bisa mengelilingi bumi hanya dalam hitungan detik.

Tidak percaya? Coba saja instalasikan software ini ke PC/Laptop Anda! Menakjubkan! Mungkin itu yang Anda ucapkan. Sebab software ini dapat melihat sampai detil material yang ada di permukaan bumi. Anda bisa melihat atap gedung rumah Anda sendiri dari satelit. Dengan citra satelit yang sangat detil, software ini, menurut up date terakhir Google, daun jatuh pun bisa dilihat di sofware ini.

Di samping bisa dijadikan media bertamasya, Software ini juga dapat dijadikan media untuk mengukur akurasi arah kiblat kita. Dengan mengetikkan kata mekkah di menu pencarian, maka Anda akan diajak ke area Kota Suci Umat Muslim itu. Dan ketika Anda zoom, maka tampaklah Masjidil Haram secara detail (seperti nampak pada gambar di atas), sampai-sampai menara (tower) Jam yang terletak di atas gedung tertinggi kedua di dunia, yang diresmikan pada 1 Ramadhan 1431 H itu, di samping Masjidil Haram terlihat dengan jelas.

Jika sudah menemukan Masjidil Haram, maka carilah masjid Anda. Di gambar bawah ini adalah Masjid Agung Lamongan (lingkaran merah, sedang lingkaran kuning adalah Stadion Surajaya Lamongan Base Camp Persela Lamongan, stadion kebanggan Laskar Joko Tingkir). Dari situ Anda tingggal membuat garis ke arah Baitulloh (Ka’bah). Dan…..terlihatlah berapa derajat kemiringan serta berapa jarak Masjid Agung Lamongan ke Baitulloh.

Bagaimana? Anda ingin bertamasya di angkasa? untuk memenuhi keinginan itu segera donwload software ( GOOGLE EARTH) gratis ini di sini. Selamat mencoba!