******************** Dokumentasi T. Djamaluddin ******************** ======================================================== _____ Berbagi ilmu untuk pencerahan dan inspirasi _____

T. Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi Astrofisika, LAPAN

Anggota Badan Hisab Rukyat, Kemenag RI

Gerhana Penumbra 28 Nov 2012

Tuntutan Majelis Tarjih Muhammadiyah untuk melaksanakan shalat gerhana bulan penumbra 28 November 2012 lalu (http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-2041-detail-tuntunan-majelis-tarjih-terkait-gerhana-bulan.html) saya anggap tidak ada dalil syar’i yang melandasinya. Hal ini menjadi bahan diskusi di milis Muhammadiyah_Society@yahoogroups.com.

Perlu diketahui terlebih dahulu beberapa definisi berikut ini: Gerhana bulan penumbra adalah ketika bulan purnama tertutup oleh bayangan sekunder bumi, sehingga purnama hanya sedikit meredup. Orang awam tidak bisa mengenali gerhana bulan penumbra ini, karena cahaya purnama tidak jelas tergelapi (lihat foto di atas). Gerhana bulan umbra adalah gerhana bulan yang biasa kita lihat, ketika bulan tergelapi oleh bayangan primer bumi. Pada saat gerhana bulan umbra, purnama akan tampak gelap sebagian atau seluruhnya. Gerhana matahari terjadi ketika bulan menghalangi matahari, baik sebagian maupun secara total. Namun tidak seluruh wilayah di bumi bisa melihatnya, hanya wilayah tertentu yang bisa melihat gerhana matahari.

Dengan merujuk pada…

Lihat pos aslinya 606 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: