UFO Sleman: Apa dan Bagaimana Sebenarnya? (Lihat Foto dan Videonya!)

UFO Sleman diambil dari bukit Gunung Suru

Perdebatan soal ada tidaknya makhluk luar angkasa dan pesawatnya di kalangan astronom dunia telah selesai sejak 1970-an. Artinya, sejak saat itu, para astronom telah tutup buku soal perdebatan ada tidaknya makhluk luar angkasa dan pesawatnya itu. “Masyarakat ilmiah sudah tuntas membahasnya,” kata Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika LAPAN Thomas Djamaluddin saat dihubungi Tempo, Selasa (25/1).

Menurut Djamaluddin, astronom dunia dan lembaga astronomi seperti NASA sepakat, dugaan adanya alien, unidentified flying object (UFO), dan crop circle disebut sebagai pseudosains alias pengetahuan semu.

Karenanya, kata Djamaluddin, di lembaga astronomi, saat ini tak ada lagi kajian tentang makhluk luar angkasa itu. “Karena dugaan itu sulit dibuktikan secara ilmiah,” ujar peneliti senior astronomi itu.

Sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di Sleman, Yogyakarta akhir pekan lalu. Warga Sleman menemukan adanya crop circle di persawahan. Diyakini, crop circle itu sebagai jejak UFO.

Berikut ini Video tentang UFO Sleman yang ditayangkan oleh sebuah media televisi swasta:

Ada yang beranggapan crop circle tersebut buatan manusia, tapi ada juga yang menganggap itu adalah bikinan mahluk asing alias bukan bikinan manusia.

Bagaimana fenomena ini di mata ahli desain circle crop? Menurut ahli crop circle, Alfian Yudhika, setelah mengamati foto-foto circle di Sleman dari berbagai media, bentuk crop circle yang saat ini menjadi perbincangan tersebut kurang sempurna.

“Pada SC2 (Sleman Crop Circle), bintang 8 (terutama yang kecil) sepertinya terbentuk kurang sempurna. Mungkin ada kesalahan saat merebahkan batang-batang padi. Beberapa bagaian terlanjur direbahkan, yang mungkin seharusnya tidak demikian,” kata Alfian dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Selasa (25/1/2011).

Dari beberapa foto crop circle di Sleman, Alfian mencoba menganalisa design dasar simetrik-nya. Hasil analisanya, crop circle tersebut dibuat dengan menggunakan beberapa desain dasar.

“Pertama, 9 lingkaran (dengan 6 variasi ukuran). Kedua, 4 segiempat (2 variasi ukuran besar dan kecil) yang selanjutnya digunakan untuk membentuk 16 segitiga (2 variasi ukuran),” paparnya.

Selanjutnya, menurut analisanya, 16 segitiga tersebut membentuk 2 bintang segi delapan yang memiliki ukuran besar dan kecil. Bentuk yang sempurna digambarkan Alfian dalam grafis yang dikirimkan ke redaksi detikcom.

“16 Segitiga tersebut membentuk 2 bintang segi delapan ukuran besar dan kecil (sekilas mirip surya Majapahit/lambang kerajaan Majapahit),” tutupnya.

Sumber:

Tempointeraktif.Com

Detik.Com

Youtube.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: