FENOMENA ANGKASA DI TAHUN 2011

Hujan Meeor Lyrid

Hujan Meteor Lyrid 16-26 April 2010

Sebagaimana tahun-tahun yang telah kita lalui, serangkaian fenomena dan kejadian alam, khususnya di luar angkasa, sangat menakjubkan. Misalnya pada tahun 2010 yang lalu kita dapat menyaksikan hujan meteor Lyrid (Gambar samping), Geminids dan Orionids, begitu pula dengan kasat mata kita dapat menyaksikan gerhana bulan dari permukaan bumi Indonesia.

Bagaimana fenomena dan kejadian luar angkasa pada tahun 2011 ini? Berikut beberapa fenomena dan kejadian di angkasa yang dapat kita saksikan di hamparan bumi kita (ada beberapa fenomena luar angkasa yang tidak dapat disaksikan di wilayah Indonesia):

3 – 4 Januari 2011 – Puncak hujan meteor Quadranids

Puncak hujan meteor Quadranids dan kurang lebih 40 meteor bisa dilihat setiap jamnya.

4 Januari 2011 – Gerhana matahari sebagian

Gerhana ini akan bisa dilihat di beberapa wilayah Afrika, Amerika dan Asia. Cek situs NASA untuk keterangan daerah yang lebih spesifik

3 April 2011 – Oposisi saturnus

Saat ini, Saturnus akan ada pada titik terdekatnya dengan bumi. Inilah saat terbaik untuk mengabadikan Saturnus dan bulannya dalam foto.

21 – 22 April 2011 – Hujan Meteor Lyrids

Sebanyak 20 meteor akan terlihat dalam hujan meteor ini. Meski memuncak pada tanggal 21 – 22, namun hujan meteor sudah bisa dinikmati sejak 16 April 2010.

5 – 6 Mei 2011 – Hujan meteor Eta Aquarids

Hujan meteor Eta Aquarids adalah hujan meteor tingkat rendah. Mulai terlihat sejak tanggal 4 Mei 2011, hujan meteor ini akan memuncak tanggal 5 – 6 Mei 2011.

1 Juni 2011 – Gerhana matahari sebagian

Gerhana matahari kali ini akan terlihat di sebagian besar wilayah asia Timur, Alaska, dan bagian utara Kanada dan Greenland. Lebih jelasnya lihat map (peta) wilayah-wilayah yang dapat menyaksikan di NASA

15 Juni 2011 – Gerhana bulan total

Gerhana bulan akan terjadi di sebagian besar wilayah Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia dan Australia. Warga negara Indonesia termasuk yang bisa melihatnya. Lebih jelasnya lihat map (peta) wilayah-wilayah yang dapat menyaksikan di NASA

1 Juli 2011 – Gerhana matahari sebagian.

Memang, akan terjadi lagi gerhana matahari sebagian. Sayangnya, gerhana matahari ini hanya bisa disaksikan di pantai Antartika. Lebih jelasnya lihat map (peta) wilayah-wilayah yang dapat menyaksikan di NASA

28 – 29 Juli 2011 – Hujan Meteor Delta Aquarids Selatan

Sebanyak 20 meteor bisa dilihat setiap jamnya pada malam puncaknya, 28 – 29 Juli 2011.

12 – 13 Agustus 2011 – Hujan meteor Perseids

Hujan meteor ini adalah salah satu hujan meteor terbaik yang bisa disaksikan. Kurang lebih 60 meteor bisa disaksikan setiap jamnya.

22 Agustus 2011 – Oposisi Neptunus

Saat ini, Neptunus akan mencapai posisi terdekatnya dengan bumi. Inilah saat terbaik untuk mengabadikan Neptunus, walaupun planet ini biasanya hanya akan tampak sebagi bintik biru di angkasa.

25 September 2011Oposisi Uranus

Ini adalah saat Uranus mencapai posisi terdekatnya dengan bumi. Bisa dijadikan kesempatan untuk mengabadikannya.

21 – 22 Oktober 2011 – Hujan meteor Orionids

Hujan meteor ini akan memungkinkan warga bumi melihat 20 meteor per jamnya. Lain dari biasanya, pada tahun 2011 hujan meteor ini akan mulai terlihat dari tanggal 20 September 2011.

29 Oktober 2011 – Oposisi Jupiter

Saat ini, Jupiter berada di posisi terdekatnya dengan bumi. Kesempatan baik untuk memotret Jupiter dan planetnya.

17 – 18 November 2011 Hujan meteor Leonids

Seperti yang terjadi tahun ini, hujan meteor Leonids pada tahun 2011 akan menampakkan 40 meteor per jamnya.

25 November 2011 Gerhana matahari sebagian

Pun, akan terjadi lagi gerhana matahari sebagian. Sayangnya, hal ini hanya bisa dilihat di Antartika. Lihat peta wilayah yang dapat menyaksikan di NASA

10 Desember 2011 – Gerhana bulan total

Gerhana akan terjadi di sebagian besar wilayah Asia, Afrika Timur, Australia dan Pasifik. Indonesia juga bisa menyaksikannya. Lihat peta wilayah yang dapat menyaksikan di NASA

13 – 14 Desember 2011 – Hujan meteor Geminids

Di hujan meteor ini, 60 meteor berwarna-warni akan bisa dilihat per jamnya. Puncak hujan meteor memang akan terjadi tanggal 13 – 14, namun hujan meteor sudah bisa disaksikan sejak 6 Desember 2011.

Sumber:

KOMPAS

SEASKY

NASA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: