Visualisasi Awal Bulan

Oleh: Sugeng Rahardjo

Awal bulan Qomariyah memang banyak menjadikan suatu bahasan yang gak ada selesainya. Awalnya Rasulullah pada hanya memerintahkan kepada Sahabat untuk melihat hilal. Kalau kita lihat ternyata pada saat itu belum ada yang namanya ilmu Hisab ataupun ilmu falak, namun lebih banyak peran Rasullullah yang memang telah mendapatkan Wahyu dan perintah dari Allah melalui Malaikat Jibril untuk melihat hilal.

Hal inilah yang menjadikan satu perintah pada Umat islam untuk berpuasa, maupun tidak berpuasa sebagaimana di uraikan dalam hadits

‏حَدَّثَنَا ‏ ‏آدَمُ ‏ ‏حَدَّثَنَا ‏ ‏شُعْبَةُ ‏ ‏حَدَّثَنَا ‏ ‏مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ ‏ ‏قَالَ سَمِعْتُ ‏ ‏أَبَا هُرَيْرَةَ ‏ ‏رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ‏ ‏يَقُولُ ‏
‏قَالَ النَّبِيُّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏أَوْ قَالَ قَالَ ‏ ‏أَبُو الْقَاسِمِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ ‏ ‏غُبِّيَ ‏ ‏عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa umat islam diperintah berpuasa esok hari (akhir bulan Sya’ban)  apabila telah melihat hilal, dan diperintah tidak berpuasa esok hari (Akhir bulan Romadlan) apabila telah melihat hilal, namun apabila dalam penglihatan kita terhalang oleh mendung, maka kita diperintahkan menyempurnakan bulan tersebut menjadi 30 hari. sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut :

‏حَدَّثَنَا ‏ ‏عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ ‏ ‏حَدَّثَنَا ‏ ‏مَالِكٌ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ ‏ ‏عَنْ ‏ ‏عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ ‏ ‏رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ‏
‏أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏قَالَ ‏ ‏الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ لَيْلَةً فَلَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ ‏ ‏غُمَّ ‏ ‏عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ

Satu bulan itu 29 hari, namun apabila kita tidak dapat melihat hilal maka diperintahkan menyempurnakan menjadi 30 hari.

Pertanyaanya sekarang Apakah hilal itu………….?

Hilal adalah penampakan bulan dengan mata telanjang yang paling awal terlihat menghadap bumi setelah bulan mengalami konjungsi.

Hilal merupakan kriteria hisab suatu awal bulan. Setiap awal bulan selalu ditandai dengan munculnya hilal.

dari bentuk hilal tersebut merupakan bentuk bulan pada saat bulan baru sebagai tanda permulaan awal bulan Qomariyah di mulai.

Dengan perkembangan teknologi dan kemampuan manusia dan juga melihat  keterangan dari Al Qur’an surat Yunus (10) ayat 5 :

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاء وَالْقَمَرَ نُوراً وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُواْ عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللّهُ ذَلِكَ إِلاَّ بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

dikatakan bahwa Tuhan memang sengaja menjadikan matahari dan bulan sebagai alat menghitung tahun dan perhitungan lainnya. Juga dalam Surat Ar-Rahman (55) ayat 5 :

الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ

disebutkan bahwa matahari dan bulan beredar menurut perhitungan.

Karena ibadah-ibadah dalam Islam terkait langsung dengan posisi benda-benda langit (khususnya matahari dan bulan) maka sejak awal peradaban Islam menaruh perhatian besar terhadap astronomi. Astronom muslim ternama yang telah mengembangkan metode hisab modern adalah Al Biruni (9731048 M), Ibnu Tariq, Al Khawarizmi, Al Batani, dan Habash.

Sampai saat ini sudah banyak metode hisab yang digunakan untuk membantu aktualisasi hadits Nabi Muhammad SAW tersebut.

Pertanyaan kedua: Apakah dengan hisab dapat menggantikan Ru’yah (dalam konteks hadits tersebut)?

mari kita tinjau dulu ma’na dari hisab dan ru’yah:

Hisab adalah Secara harfiah, hisab bermakna perhitungan. Dalam dunia Islam istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi matahari dan bulan terhadap bumi. Posisi matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu salat. Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender Hijriyah.

Sedangkan Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang pertama kali tampak setelah terjadinya ijtimak. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang, atau dengan alat bantu optik seperti teleskop.

Aktivitas rukyat dilakukan pada saat menjelang terbenamnya matahari pertama kali setelah ijtimak (pada waktu ini, posisi Bulan berada di ufuk barat, dan Bulan terbenam sesaat setelah terbenamnya Matahari). Apabila hilal terlihat, maka pada petang (Maghrib) waktu setempat telah memasuki tanggal 1.

Namun demikian, tidak selamanya hilal dapat terlihat. Jika selang waktu antara ijtimak dengan terbenamnya matahari terlalu pendek, maka secara ilmiah/teori hilal mustahil terlihat, karena iluminasi cahaya Bulan masih terlalu suram dibandingkan dengan “cahaya langit” sekitarnya. Kriteria Danjon (1932, 1936) menyebutkan bahwa hilal dapat terlihat tanpa alat bantu jika minimal jarak sudut (arc of light) antara Bulan-Matahari sebesar 8 derajat.

dari kedua definisi tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa dari Hadits Nabi tersebut perintah Nabi :

1. Ru’yah artinya kita diperintahkan untuk memastikan tampak tidaknya hilal secara visual dengan mata sebagai alat dasar yang tidak boleh ditinggalkan. kalaupun sekarang sudah ada alat bantu yang canggih sekalipun pasti tidak akan meninggalkan yang namanya mata tersebut.

2. Hisab merupakan petunjuk yang dapat membantu kita menetukan arah dan waktu yang tepat untuk melihat hilal. dalam konteks hadits tersebut Rasulullah sudah mendapatkan wahyu dari Allah untuk ru’yah. dan sekarang ini kita tidak mendapatkannya dari Allah, melainkan dikembangkan melalui metode perhitungan untuk memperkirakannya.

wal hasil Hisab merupakan salah satu alat bantu manusia sebagai kholifah untuk dapat melaksanakan perintah Nabi yaitu Ru’yatul Hilal sebagai penetapan pelaksanaan ibadah kita kepada Allah. (wallahu a’lam)

Sekarang sebagai visualisasinya anda dapat menggunakan software gratis yang bernama Stellarium ini. Di mana software ini dapat digunakan untuk melihat gerakan bulan dan juga penampakannya pada setiap saat. Untuk mendapatkan software  ini Anda cukup klik disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: