Secara astronomis, pada hakekatnya kemiringan posisi sumbu bumi terhadap matahari = 66º 30’, maka pada saat bumi berputar mengelilingi matahari, secara kasat mata matahari akan terlihat oleh kita, manusia dibumi seakan- akan bergeser secara berkala/periodik ke utara – ke tengah – ke selatan dan sebaliknya; begitu seterusnya setiap tahun dan sepanjang masa. Bagi penduduk bumi yang berada di sekitar katulistiwa, mulai tanggal 21 Maret, saaat Dzuhur (kira-kira jam 12.00) posisi matahari akan berada tepat di atas kepalanya, kemudian sedikit demi sedikit matahari tiap hari bergeser ke arah utara sampai sejauh- jauhnya 23º.30’ (90º. – 66º.30’ = 23º.30’) – yakni pada 21- Juni, setelah itu matahari balik ke tengah- sejajar garis katulistiwa, yakni bertepatan dengan tanggal 22- September. Lalu matahari tampak bergerak ke arah selatan sampai sejauh- jauhnya 23º.30’ – yakni pada tanggal 23 Desember, kemudian setelah itu matahari seperti bergeser kembali ke titik tengah lagi. Demikianlah posisi matahari tersebut terus menerus bolak- balik secara berkala/ periodik sepanjang tahun dan sepanjang masa.
ROSHDUL QIBLAT
(Setiap tanggal 27/28 Mei dan 15/16 Juli setiap tahun)
Dari deskripsi di atas, maka secara astronomis dapat ditentukan bahwa suatu saat pasti matahari akan melintasi daerah/titik lintang di setiap permukaan bumi; tidak terkecuali melintasi lintang Makkah (yakni 21º 30’) di mana Ka’bah kiblat umat muslim sedunia berada. Pertanyaanya kemudian adalah kapan matahari melintasi area lintang Makkah? Jawabnya, yaitu SAAT POSISI MATAHARI SEDANG PERSIS ATAU HAMPIR PERSIS BERADA PADA TITIK ZENITH KA’BAH ATAU MATAHARI DI ATAS KA’BAH -yang dalam ilmu Falak disebut dengan peristiwa ISTIWA’ A’DHOM / ROSHDUL QIBLAT.
Peristiwa ini terjadi dua kali dalam setahun, yaitu di setiap tanggal 27/28 Mei saat Dzuhur di Makkah (jam 11:57:16 LMT [Local Mean Time/ waktu Makkah] atau bertepatan dengan jam 09:17:56 GMT [Greenwich Mean Time] atau bertepatan dengan jam 16:17:56 WIB)
serta pada
tanggal 15/16 Juli saat Dzuhur di Makkah (jam 12:06:03 LMT [Local Mean Time/ waktu Makkah] atau bertepatan dengan jam 09:26:43 GMT [Greenwich Mean Time] atau bertepatan dengan jam 16:26:43 WIB)
Pada tanggal dan jam tersebut di atas lintasan matahari akan berada tepat di garis lintang kota Makkah, yakni 21.30’. Artinya pada tanggal dan jam tersebut itulah BAYANGAN SETIAP BENDA YANG BERDIRI TEGAK LURUS DI PERMUKAAN BUMI YANG MENGALAMI SIANG AKAN MENGHADAP KE ARAH KIBLAT. (Sebagai visualisasi lihat gambar di bawah ini!)
CATATAN:
- 27 MEI & 15 JULI TERJADI PADA TAHUN KABISAT (TAHUN YG HABIS DIBAGI 4)
Contoh: tahun 2012 jatuh pada tgl 27 Mei dan 15 Juli
- 28 MEI & 16 JULI TERJADI PADA TAHUN BASITHAH (TAHUN YG TIDAK HABIS DIBAGI 4)
Contoh: Tahun 2011 jatuh pada tgl 28 Mei dan 16 Juli
CARA MENGUKUR ARAH KIBLAT SAAT ROSHDUL QIBLAT
Tinggal beberapa hari lagi kita sudah dapat mengaplikasikan teori ini, dan saat itulah saat yang tepat untuk meng-KALIBRASI atau men-TASHIH atau men-TERRA ULANG arah Kiblat Masjid, Mushollah, langgar kita masing-masing.
Bagaimana caranya?
Mayoritas tempat ibadah kita baik masjid, mushollah ataupun langgar di wilayah Indonesia terdapat lobang di atas MIHROB (pengimaman/tempat imam) yang menembus dinding keluar. Lobang biasanya berupa angin-angin (ventilasi) ataupun Glass Block. Jika pada jam dan tanggal tersebut diatas sinar/cahaya matahari yang masuk lobang mihrob atau celah lobang yang ada segaris atau lurus, maka mihrob/ masjid, mushollah atau langgar Anda qiblatnya sudah benar dan tepat. Tapi jika sinar atau cahaya matahari tidak lurus, maka itulah koreksi Qiblat Anda. Anda tinggal memberi tanda sinar tersebut dengan spidol atau cat, kemudian KALIBRASI/TASHIH/TERRA ULANG masjid, musholla dan langgar anda sesuai dengan sinar matahari tersebut.
Selain mihrob, kita juga dapat melihat semua sinar yang masuk, baik melalui celah- celah pintu, jendela atau lubang yang ada, bayangan tiang listrik atau dinding pojok masjidpun dapat dijadikan alat pentashih.
Jika itu sudah Anda lakukan maka dijamin 100% arah Kiblat Anda sudah benar.
ANDA TIDAK MEMERLUKAN ALAT APAPUN. GRATIS!
MENGUKUR ARAH KIBLAT DENGAN ALAT “KOMPAS” merk ILAHI
AYO KITA LAKUKAN TASHIH ARAH KIBLAT KITA
By: M. Khoirul Anam
Up Date, 27 Mei 2011 Jam 13:00 WIB
Sudah Akuratkah Jam Anda?
Sebelum melakukan KALIBRASI/TASHIH/TERRA ULANG KIBLAT terlebih dulu jam Anda harus akurat. Hal ini perlu dilakukan, sebab seringkali jam yang Anda lihat (baik jam dinding, jam tangan, maupun jam yang ada di handphone) tidak sesuai dengan jam yang sebenarnya. Kekurangakuratan jam ini disebabkan oleh beberapa faktor; antara lain karena lambatnya jarum jam akibat lemahnya power (baterai) jam. Bagaimana cara mengetahui jam yang akurat? Klik Artikelnya di sini!
By: M. Khoirul Anam
Filed under: ARTIKEL ILMU FALAK, ARTIKEL UMUM, PERISTIWA Ditandai: | arah kiblat, arah sholat, astronomi, bayang-bayang kiblat, cara akurasi jam kita, Cara mengetahui jam yang akurat, cara mengetahui waktu yang akurat, gratis, hisab, Ilmu Falak, Ilmu Hisab Rukyat, indonesia, istiwa' a'dhom, Jam yang akurat, kiblat, lajnah falakiyah, lajnah falakiyah lamongan, lamongan, mengukur arah kiblat, roshdul kiblat, roshdul qiblat, ru'yah, rukyat, rukyatul hilal, tanggal dan jam mengukur arah kiblat, waktu yang akurat





